Pencarian

KKN-T Undip Sulap Lahan Kosong di Semarang Jadi Taman Produktif, Manfaatkan Botol dan Galon Bekas

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:47 WIB
KKN-T Undip Sulap Lahan Kosong di Semarang Jadi Taman Produktif, Manfaatkan Botol dan Galon Bekas
Tim KKN-T 117 Undip menanam berbagai tanaman pangan, TOGA, dan refugia di lahan kosong Villa Pinus, Pudakpayung, Banyumanik.

SEMARANG — Tim KKN-T 117 Undip mengubah lahan kosong di Villa Pinus, Pudakpayung, Banyumanik, menjadi taman produktif dengan konsep pertanian perkotaan berkelanjutan. Inisiatif yang digarap pada 5 Agustus 2026 ini mengusung pendekatan multidisiplin untuk menjawab persoalan lahan sempit dan sampah plastik secara bersamaan.

Alih-alih membiarkan lahan terbengkalai, para mahasiswa menanam beragam jenis tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga tanaman refugia di lokasi tersebut. Tanaman refugia sengaja dipilih karena berfungsi menarik serangga penyerbuk dan menjadi musuh alami hama, sehingga keseimbangan ekosistem di kawasan itu tetap terjaga.

Botol dan Galon Bekas Jadi Media Tanam

Yang menarik dari program ini adalah pemanfaatan material bekas sebagai sarana bercocok tanam. Limbah plastik seperti botol dan galon bekas diolah menjadi pot vertikultur, bedengan dengan pembatas botol, hingga instalasi vertikultur yang fungsional.

Metode ini dipilih untuk menekan biaya produksi sekaligus memberi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Material yang tadinya tidak bernilai, kini memiliki fungsi ekonomi dan ekologis.

Pembangunan kawasan dilakukan bertahap. Mahasiswa memulai dari penataan lahan, pembuatan media tanam, penyusunan bedengan, pemasangan vertikultur, hingga pembuatan sistem irigasi tetes air. Setelah infrastruktur dasar rampung, tanaman ditata dengan memperhatikan aspek estetika agar area tersebut nyaman dipandang.

Respons Warga dan Pengelola Villa Pinus

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar dan pengelola Villa Pinus. Kehadiran taman produktif dinilai memberi wajah baru bagi lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan sekaligus memperindah lingkungan.

Kawasan urban farming ini tidak dirancang berhenti sebagai ruang hijau semata. Area tersebut juga difungsikan sebagai media pembelajaran sederhana tentang pertanian perkotaan, pengelolaan limbah, dan pentingnya memanfaatkan lahan terbatas.

Harapan Keberlanjutan Program

Tim KKN-T 117 Undip berharap kawasan ini terus dirawat dan dimanfaatkan oleh warga serta pengelola Villa Pinus setelah masa kuliah kerja nyata berakhir. Program ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menciptakan ruang hijau produktif.

Melalui inovasi sederhana dan penggunaan material yang tersedia, masyarakat dapat mengembangkan kegiatan bercocok tanam sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Urban Farming Cagar menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi aplikatif yang berdampak langsung bagi warga Kota Semarang.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks