KEBUMEN — Kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Piala Disdikpora Grassroot Regional Kebumen 2026 resmi dimulai di Lapangan Sepak Bola Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Sabtu (1/8/2026). Turnamen ini diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) tidak hanya dari Kabupaten Kebumen, tetapi juga dari Purworejo, Cilacap, Banyumas, hingga Magelang, dengan total 29 tim yang bertanding pada dua kategori berbeda.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pelepasan balon udara dan tendangan bola pertama oleh Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo. Momen ini sekaligus menjadi simbol dimulainya kompetisi yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter atlet muda sejak dini.
Pembinaan Karakter Lewat Sepak Bola Usia Dini
Agus Sunaryo menegaskan bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini tidak hanya bertujuan mencetak pemain handal, tetapi juga membentuk mental dan kepribadian generasi muda. Menurutnya, sepak bola mengajarkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas yang menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kebumen, sekaligus mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki mental juara,” ujarnya dalam sambutan.
Kepala Disdikpora juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kondisi fisik dan mengutamakan keselamatan selama bertanding. Ia meminta anak-anak menikmati setiap pertandingan dengan penuh semangat dan kegembiraan.
KONI Kebumen: Frekuensi Bertanding Kunci Kematangan Pemain Muda
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen. Wakil Ketua IV KONI Kebumen, Agus Junaedy, menilai kompetisi usia dini merupakan bagian penting dari pembinaan atlet secara berjenjang.
Menurutnya, rutinitas pertandingan akan meningkatkan pengalaman, mental bertanding, serta kemampuan teknis para pemain muda. Hal ini dinilai krusial agar mereka lebih siap menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.
“Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari pemain, pelatih, orang tua, hingga suporter, untuk bersama-sama menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai sarana pembelajaran yang positif bagi anak-anak,” kata Agus Junaedy.
Dua Kategori Usia, 29 SSB Berlaga di Karanggayam
Panitia menerapkan sistem pertandingan yang efektif dengan penyelesaian setiap kelompok usia dalam satu hari penuh. Pada hari pertama, sebanyak 14 SSB kategori usia kelahiran tahun 2016 bertanding sejak babak penyisihan hingga partai final.
Rangkaian kompetisi akan berlanjut pada hari berikutnya dengan mempertandingkan kategori kelahiran tahun 2012 yang diikuti oleh 15 Sekolah Sepak Bola dari berbagai daerah. Sistem ini memastikan setiap tim mendapatkan jadwal padat namun terukur dalam satu hari.
Melalui penyelenggaraan turnamen ini, diharapkan lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Kebumen di masa mendatang. Kompetisi ini juga menjadi penguat budaya olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi semangat fair play di tingkat regional.