Pencarian

49 Universitas Taiwan Buka Pameran Pendidikan di Semarang, Tawarkan Beasiswa hingga Magang Internasional

Rabu, 05 Agustus 2026 • 12:05:01 WIB
49 Universitas Taiwan Buka Pameran Pendidikan di Semarang, Tawarkan Beasiswa hingga Magang Internasional
Antrean pengunjung terlihat di stan universitas Taiwan pada Taiwan Higher Education Fair Indonesia 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG — Antrean panjang terlihat di depan stan National Taiwan University dan National Cheng Kung University sejak pameran dibuka pukul 09.00 WIB. Orang tua dan siswa bergantian bertanya soal biaya hidup, asrama, hingga prosedur visa pelajar ke Negeri Formosa.

Taiwan Higher Education Fair Indonesia 2026 yang digagas Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) ini berlangsung satu hari di The Suri Ballroom Queen City Mall. Selain stan universitas, panitia menyediakan sesi konsultasi personal dengan perwakilan kampus dan alumni yang sedang atau pernah menempuh studi di Taiwan.

Lebih dari 24 Ribu Pelajar Indonesia Kini Kuliah di Taiwan

Ketua Umum ICATI, Hengky Lau, menyebut jumlah pelajar Indonesia di Taiwan tembus 24 ribu orang. Angka ini mencakup jenjang sekolah menengah, diploma, sarjana, magister, hingga doktor.

"Pertumbuhannya signifikan setiap tahun. Sistem pendidikan modern, fasilitas riset lengkap, dan hubungan erat dengan industri teknologi kelas dunia membuat Taiwan jadi destinasi favorit," kata Hengky di sela pameran.

Kendala Bahasa Bukan Lagi Penghalang: Program Inggris dan Kelas Mandarin

Kekhawatiran calon mahasiswa soal bahasa perlahan terkikis. Banyak universitas Taiwan kini membuka program internasional berbahasa Inggris, terutama untuk jenjang magister dan doktoral. Sementara untuk sarjana, kelas bahasa Mandarin justru dianggap nilai tambah di pasar kerja global.

"Kemampuan menguasai dua bahasa internasional menjadi keunggulan tersendiri bagi lulusan Taiwan ketika memasuki dunia profesional," ujar Hengky.

Musala, Makanan Halal, dan Komunitas Indonesia di Kampus

Fandi Chandra, Ketua ICATI Jawa Tengah, menambahkan bahwa Taiwan semakin nyaman bagi mahasiswa Indonesia, termasuk yang beragama Islam. Sejumlah kampus kini menyediakan musala, pilihan makanan halal, dan komunitas mahasiswa Indonesia yang aktif membantu adaptasi mahasiswa baru.

"Keberadaan ratusan ribu warga Indonesia di Taiwan membuat mahasiswa mudah membangun jaringan sosial dan mendapat dukungan selama kuliah," jelas Fandi.

Bisa Magang dan Kerja Paruh Waktu 20 Jam per Minggu

Daya tarik lain yang ditonjolkan dalam pameran ini adalah kesempatan magang di perusahaan internasional. Mahasiswa asing di Taiwan juga diizinkan bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu sesuai ketentuan berlaku.

Pengalaman ini dinilai memberi penghasilan tambahan sekaligus bekal karier sebelum lulus. Program studi yang ditawarkan mencakup teknik, teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), kesehatan, bisnis, desain, hingga ilmu sosial dan humaniora.

Pemprov Jateng: Manfaatkan untuk Siapkan SDM Kompetitif

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif penyelenggaraan pameran ini. Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Edy Iswanto, menilai pendidikan di luar negeri membentuk karakter dan jaringan internasional yang dibutuhkan dunia kerja.

"Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan generasi muda Jawa Tengah untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia yang semakin kompetitif," kata Edy.

Ia menekankan kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya nilai akademik tinggi, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, penguasaan teknologi, dan pengalaman internasional.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks