Pencarian

30 Petani Pekalongan Rasakan Hemat Solar Usai Pompa Tenaga Surya Mengairi 20 Hektare Sawah

Senin, 10 Agustus 2026 • 22:08:31 WIB
30 Petani Pekalongan Rasakan Hemat Solar Usai Pompa Tenaga Surya Mengairi 20 Hektare Sawah
Pompa air bertenaga surya digunakan petani di Desa Tengengwetan, Kabupaten Pekalongan, untuk mengairi sawah seluas hampir 20 hektare.

PEKALONGAN — Sekelompok petani di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, tak lagi bergantung penuh pada mesin diesel berbahan bakar solar untuk mengairi sawah seluas hampir 20 hektare. Pompa bertenaga surya yang mereka gunakan sejak pekan ini mampu menekan pengeluaran operasional secara signifikan.

Perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, Kirom, mengatakan kebutuhan solar untuk mesin diesel turun drastis dari 30 liter menjadi sekitar 15 liter per hari. Penghematan itu terjadi karena pengairan pada siang hari kini ditopang penuh oleh energi matahari, sementara mesin diesel hanya dioperasikan pada malam hari.

“Pompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, bisa menekan ongkos produksi minimal seperempat,” kata Kirom.

Gubernur: Tiga Titik PATS Jadi Percontohan

Pemasangan pompa tenaga surya ini merupakan bagian dari program Benteng Pangan Jateng. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung penggunaan teknologi tersebut di Desa Tengengwetan, Senin (10/8/2026).

“Program Benteng Pangan Jateng yang kita lakukan hari ini adalah energi baru terbarukan, termasuk di dalamnya adalah solar panel untuk pertanian, khususnya pompa air,” ujar Luthfi didampingi Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Agus Sugiharto.

Secara keseluruhan, tiga titik pompa tenaga surya yang dipasang di Kabupaten Pekalongan, Brebes, dan Cilacap mampu mengairi lahan pertanian sekitar 50 hektare. Dari jumlah itu, areal di Pekalongan menjadi yang terluas dengan hampir 20 hektare.

Mengatasi Air Asin di Brebes

Di Kabupaten Brebes, teknologi serupa membantu kelompok tani Tani Makmur di Desa Banjaranyar menghadapi persoalan air rob yang merusak saluran irigasi saat musim kemarau. PATS yang dipadukan dengan sumur bor membuat petani bisa kembali menanam.

“Kondisi masalah pengairan kita mengandalkan irigasi dari Selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi,” jelas perwakilan Gapoktan Tani Makmur, Gilang.

Kehadiran pompa tenaga surya juga memberi keleluasaan bagi petani Brebes untuk menentukan masa tanam. “Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya,” ujarnya.

Rencana Perluasan ke Kampung Nelayan dan UMKM

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak berhenti di tiga kabupaten tersebut. Ahmad Luthfi menyebut tiga lokasi yang ada saat ini akan dijadikan contoh pengembangan energi terbarukan di wilayah lain.

“Ini akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan lalu infrastruktur disiapkan,” katanya.

Pemanfaatan energi surya ke depan tidak hanya untuk pertanian. Teknologi serupa berpotensi dikembangkan untuk membantu aktivitas masyarakat di kawasan kampung nelayan, UMKM, hingga pengendalian banjir. Luthfi menyebut pompa tenaga surya telah dipakai di Sayung, Kabupaten Demak, untuk mengatasi banjir.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah membangun ekonomi hijau dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di sektor produksi pangan.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks