SEMARANG — DPRD Jawa Tengah menekankan pentingnya peran Duta Generasi Berencana (GenRe) sebagai motor penggerak edukasi di kalangan remaja. Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, menilai pendekatan edukasi oleh sesama sebaya akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif dibandingkan metode konvensional.
“Duta GenRe harus menjadi pelopor dalam memberikan edukasi kepada teman-teman sebayanya. Mereka adalah representasi anak muda yang diharapkan mampu membawa pesan-pesan positif sekaligus menggerakkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” ujar Saleh saat menghadiri Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) di Gedung BPSDM Jawa Tengah.
Tantangan Sosial yang Mengintai Remaja
Saleh menyebutkan, remaja saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan serius yang berpotensi mengganggu masa depan. Pernikahan usia anak, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman nyata di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Menurut politikus tersebut, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif generasi muda melalui pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan keseharian remaja.
Bukan Sekadar Ikon, Harus Jadi Penggerak Nyata
Saleh menegaskan bahwa para finalis maupun Duta GenRe yang terpilih tidak boleh berhenti sebagai simbol atau ikon belaka. Mereka dituntut menjadi penggerak berbagai kegiatan edukasi di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat.
“Yang dibutuhkan bukan hanya sosok yang berprestasi, tetapi juga figur yang mampu menginspirasi, mengedukasi, dan mengajak generasi muda menjauhi berbagai perilaku berisiko,” katanya.
Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul
Menurut Saleh, kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia remaja menjadi faktor penentu pembangunan daerah. Ia menilai pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, melainkan juga dari kesiapan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia berharap para Duta GenRe yang terpilih mampu menjalankan peran secara konsisten, tidak hanya berhenti setelah ajang Adugenjat selesai. “Jadilah agen pembangunan yang terus menyebarkan nilai-nilai positif, mengedukasi remaja, dan menjadi teladan dalam menyiapkan generasi Indonesia yang lebih baik,” pungkas Saleh.